Senin, 21 September 2015

0 Teman Karenamu

Teman tak mengapa bila kau tak bisa mengingatku, karena aku bisa mengingat baik semua tentangmu.

Teman tak mengapa bila kau membenciku, karena aku masih bisa cinta padamu.

Teman tak mengapa bila kau ingin menghinaku, karena aku masih suka padamu, masih sayang padamu.

Teman bila kau ada waktu sapa aku.
Teman bila kau ada waktu kunjungi aku.
Teman bila kau ada waktu ajak aku bercerita.

Teman kita jangan beradu gengsi untuk saling mendiamkan,
Teman jangan kau taruh benci, untuk dijauhi.
Teman jangan kau terus hinai, untuk meminta benci.
Teman jangan beralasan untuk alasan.

Teman padamu aku tak mendendam.
Teman padamu aku tak bisa benci.
Teman padamu aku tak bisa lupa.
Teman padamu aku menaruh hati.
Teman padamu aku tak menyesal.
Teman padamu aku rindu.

Teman aku rindu alismu.
Teman aku rindu matamu.
Teman aku rindu hidungmu.
Teman aku rindu sapamu.
Teman aku rindu wajahmu dan hijabmu.
Teman aku rindu suaramu.
Teman aku rindu tawamu.
Teman aku rindu marahmu.
Padamu aku rindu banyak hal.

Teman diamku, sepiku, keluhku, tanyaku. memperhatikanmu, mengkhawatirkanmu.
Aku hanya ingin padaku kau berbagi.

Teman benarkah kau melupakan aku?
Teman benarkah kau membenci aku?
Teman benarkah kau tak rindu padaku ?

Teman apa arti rasa hatiku, perasaanku mengatakan bahwa kita ada ikatan.
Entah apa itu ikatan batin atau qalbu yang rindu.

Teman tahukah kini pipiku sering basah.
Teman tahukah aku merenungimu.
Teman tahukah aku merasa kehilangan.

Teman jangan lupakan aku karena kau punya teman baru yang asyik.
Teman jangan lupakan aku karena kau punya teman yang istimewa.
Teman jangan lupakan aku karena kau punya teman hati.

Teman sungguh karenamu aku bersemangat.
Teman sungguh karenamu aku banyak tangis.
Teman sungguh karenamu aku memulai.
Teman sungguh karenamu aku berharap.
Teman sungguh karenamu aku berubah.
Teman sungguh karenamu aku bermimpi.

Teman sungguh karenamu aku bangun. imajinasi.

Teman sungguh karenamu aku mengenal tabah.

Teman sungguh karenamu aku mengerti tunggu.

Teman sungguh karenamu aku ingin memperbaiki diri.

Teman sungguh padamu aku ingin bertahan.

Teman sungguh karenamu aku punyai cita cita baru.
Teman kau salah satu cita cita yang ingin kuraih.

Karenamu aku ingin punya tujuan hidup.

Kamis, 10 September 2015

0 Panjang Lebar

Pada banyak hal aku ingin membuktikan apa yang aku katakan benar !

Pada banyak hal aku ingin membuktikan ucapan yang kudengarkan !

Aku ingin

Aku mendengar mungkin kau tak menghilang sekarang, nyatanya kata katamu singgah sebentar.

Aku tanpa arti tanpa makna terluka begitu saja !

Menunggu kau menghilang kembali !

Pada sisi lain aku mungkin menunggu kau kembali, disisi lain aku menunggu kapan aku siap mendengar kau dengan yang lain !

Pada nyatanya aku yang seharusnya mengatakan aku siap untuk dilupakan !

Selebihnya kau bisa menghilang kembali, memantapkan hati untuk hati yang lain !

Pada intinya mungkin aku bisa melihatmu sekarang untuk 1hari, 3hari, 1minggu, atau 1bulan atau malah kurang dari itu semuanya,

Masih tidak sama dengan yang kau harapkan

Ma'af tentang hari ini aku belum bisa menjadi apa

Setidaknya kau tau apa yang aku rasakan sekarang !

Setidaknya kau tau bagaimana hati ini sekarang !

Aku kadang tak bisa mejelaskan apa yang pernah kau ucapkan,

Apa yang pernah aku dengar, yang kutahu ketika kau berucap dan kudengar, saat itu benar adanya itulah sejujurnya kau.

Hari ini aku seonggok kepiluan,

Kemarin aku senang, bahagia kubangun imajinasi yang banyak engkaunya.

Kemarin aku curigai kau dengan jarak batas yang jauh.

Naluri seakan ada sentuhan yang mengikat batin, mengetahui banyak hal yang terjadi.

Aku menyesal tak bisa menjadi sebagai apa yang kau harapkan.

Kepala ini serasa meluap kemana mana, serasa mendidih panas beruap.

Aku terasa demam, terasa lapar, otak bekerja lebih banyak dalam sekejab.

Mungkin aku tertawa haha, entah bagaimana diartikannya.

Sekarang entah aku bagaimana dengan situasi ini, yang aku tau, aku bisa menunggu sampai hatimu selesai dengan hati itu !

Rabu, 09 September 2015

0 Entah akan atau tidak

Entah aku akan dilupakan atau tidak.
Entah aku akan ditinggalkan atau tidak.
Entah.
Entah akan kembali menghilang atau tidak.
Entah kau membuktikan atau tidak.

Yang aku harap semuanya tidak begitu.
Tidak untuk menghilang, meninggalkan bahkan melupakan.

Kadang aku sungguh ketakutan memikirkan hal hal seperti itu, menjadi gelisah, menjadi resah tak karuan.

Kadang aku bisa menebak tepat, merasakan intuisi naluri, rasa perasaan.
Sungguh ketika aku putuskan aku suka padamu, apa yang aku katakan ingin aku realisasikan bukan sekedar text atau statemen belaka.

Kuhaturkan do'a sepanjang sujud, agar aku dan kau menjadi kita, selaras.
Kuhaturkan do'a agar aku istiqomah memilih, konsisten tak mengubah niat.

Kusadari aku belum sebanding dengan mereka yang berpengalaman, yang bila bersuara bisa memuja bergombal, menyejukan hati.
Kusadari untuk sekarang aku belum bisa apa apa, tapi salahkah bila aku berusaha, terus mencoba...dan membiarkan dahulu untuk menjadi.

Aku merasa kita hanya miskomunikasi.
Tapi banyaknya pula kau menjaga jarak, selalu.

Ya, begitu.

Pada pertemuan terakhir kau pernah berkata; " kita hampir setahun loh ! " tanpa sadar apalah artinya yang dikatakan itu.
Kalo bukan aku orang berarti, kalo bukan aku dianggap entah sebagai apa.

Jujur saja aku senang mendengar itu, paling tidak aku mendengar apa yang kau ucapkan!

Dan pada pertemuan yang terakhir juga saat aku tanya aku ini apa ? " dan kau katakan aku ini pacar " tapi entah kenapa kau tak pernah sadar ingat hal ini, malah kau mengabarkan aku " jadian " hahaha apalah coba, kau anggap apa aku ini, cuma sesering mungkin berkata kita teman teman, berulang.
Kadang kamu sesuka hati aja, menempatkan posisi aku.

Andai kata situasinya berbalik, aku jadi engkau dan engkau jadi aku, lalu aku yang mengabarkan, aku jadian !
Apa yang akan kau rasakan !? Pahit, getir, terbelalak, kecewa, terkhianati, mau mati, pusing, stress, galau.

Aku rasa kau akan merasakan hal yang sama !

Akhirnya aku mengerti mengapa akhir akhir ini arti ucapan kita ini apa terus kau jawab terus menerus " kita teman " 
Kau hanya ingin meyakinkan diri sendiri, bahwa kita tidak apa apa !

Alangkah lucunya disaat kau menginginkan rasamu menggebu, mengakui aku, disaat kau dengan yang lain sebisa mungkin untuk tak mengakui aku ! 

Sadarkah ! Pahitnya jadi aku ! 
Berapa kali aku dikhianati, berapa kali dibohongi, berapa kali dikecewakan ! berapa kali dikesampingkan ! Aku selalu ada, menerima apa adanya.

Karena kenapa ? Karena aku tulus.
Akan bagaimana pun aku bisa menerima kamu apa adanya, aku bukan orang yang ujuk ujuk, ada pamrihnya ! 

Entah akan bagaimana kedepannya, akan berjumpa kembali atau tidak, yang pasti fokusmu telah berubah. Sejak dijaga jaraknya aku merasa berbeda, mengetahui ada yang beda kau tidak seantusias dulu.

Saat aku menulis ini aku bukan marah atau apa, aku cuma pengen kamu sadar !
Hargai aku ! Konsisten dong kamu nya ! 

Aku sering nanya karena aku takut ! Sampai gimana ini uda kejadian, aku gimana ! 
Haha kadang aku dipikiranmu sungguh buruk !

Cemburunya aku pada orang yang kau unggulkan  sekarang ! Aku cemburu, cemburu !

Aku cuma bisa menunggu, giliran untuk disapa, diajak bicara, dirindukan, diajak berjumpa !
Selain berdo'a dan sabar apalagi yang bisa aku lakukan, aku suka aku sayang aku rindu aku ingin segera berjumpa.

Semoga kau selalu dijaga terjaga dan menjaga ! Aku sayang sama kamu !